Menerima file PDF lewat email atau mengunduh dokumen dari portal sering membuat kita buru-buru membukanya. Jika penampil yang terpasang berat, aplikasi butuh beberapa detik hanya untuk muncul, dan laptop pun terasa hang. Ada beberapa aplikasi penampil file PDF ringan untuk Windows yang bisa menjadi alternatif tanpa mengorbankan fungsi dasar.
Daftar berikut menyusun pilihan berdasarkan kebutuhan sehari-hari: membaca, mencari kata, dan kadang menandai halaman. Semua pilihan di bawah ini tersedia gratis atau punya versi gratis yang bisa dipakai tanpa batas waktu.
1. Sumatra PDF
Sumatra PDF paling sering direkomendasikan ketika seseorang mengeluh aplikasi PDF bawaan terlalu lambat. Ukuran instalasinya kecil, dan aplikasi terbuka hampir seketika bahkan di laptop lama. Selain PDF, Sumatra juga bisa membuka file ePub, MOBI, dan comic book.
Antarmukanya sederhana: tidak ada toolbar berlapis atau panel samping yang memakan tempat. Untuk membaca dan mencari teks, semua yang dibutuhkan ada di bilah atas. Kekurangannya, fitur anotasi dan pengisian formulir PDF tidak selengkap aplikasi besar. Jika pekerjaanmu hanya membaca dan sesekali mencetak, ini pilihan yang tepat.
2. Foxit PDF Reader
Foxit sudah lama dikenal sebagai alternatif Adobe Reader. Versi terbarunya menawarkan tab untuk membuka beberapa dokumen sekaligus, sehingga kamu tidak perlu membuka jendela baru setiap kali memeriksa file lain. Waktu peluncurannya masih terasa cepat, meski tidak secepat Sumatra.
Fitur gratisnya cukup banyak: komentar, isi formulir, dan tanda tangan digital sederhana. Beberapa fitur lanjutan seperti konversi ke format lain berbayar, tetapi untuk membaca dan memberi catatan, versi gratisnya masih bisa diandalkan. Perhatikan opsi tambahan saat instalasi agar tidak memasang toolbar yang tidak diperlukan.
3. Slim PDF Reader
Sesuai namanya, Slim PDF Reader dirancang seringan mungkin. Aplikasi ini hanya menyediakan fungsi dasar: membuka, memperbesar, mencari teks, dan mencetak. Tidak ada panel komentar atau fitur pengeditan, sehingga jarang ada elemen yang memperlambat kerja.
Cocok untuk komputer dengan RAM terbatas atau yang sering dipakai membuka banyak aplikasi sekaligus. Kekurangannya, pembaruan aplikasi ini tidak secepat penampil populer lainnya, jadi kamu perlu memantaunya sendiri dari situs resmi. Tetap gunakan versi terbaru untuk menghindari masalah keamanan.
4. MuPDF
MuPDF berasal dari proyek perangkat lunak sumber terbuka yang fokus pada rendering cepat. Aplikasi ini mampu membuka PDF berukuran besar dengan halaman padat gambar tanpa tersendat. Tampilannya minimalis, hampir tanpa hiasan, dan navigasi halaman dilakukan lewat tombol sederhana.
Karena berbasis sumber terbuka, MuPDF sering dipakai sebagai mesin di balik aplikasi lain. Versi untuk Windows tersedia sebagai aplikasi mandiri. Fitur anotasinya terbatas, tetapi kecepatan dan konsumsi memorinya termasuk rendah. Jika kamu sering membuka dokumen teknis berhalaman ratusan, MuPDF layak dicoba.
5. PDF-XChange Editor
PDF-XChange Editor menawarkan keseimbangan antara ringan dan kaya fitur. Aplikasi ini bisa membuka PDF dengan cepat, dan versi gratisnya sudah mendukung anotasi, penyorotan, serta pengisian formulir. Beberapa fitur pengeditan tingkat lanjut hanya tersedia di versi berbayar.
Antarmukanya lebih padat dibanding Sumatra, dengan banyak ikon di toolbar. Bagi yang sering menandai dokumen untuk kerja, susunan ini mempercepat akses. Saat pertama kali dibuka, pilih mode tampilan yang paling nyaman agar tidak bingung dengan banyaknya opsi.
6. STDU Viewer
STDU Viewer mendukung banyak format dokumen, termasuk PDF, DjVu, TIFF, dan Comic Book. Aplikasi ini ringan dan cepat, meski antarmukanya terlihat kuno. Jika kamu sering berurusan dengan dokumen hasil pindaian atau file DjVu, satu aplikasi ini bisa menangani semuanya.
Fitur pencarian teks berjalan cukup baik pada PDF yang memiliki lapisan teks. Untuk dokumen hasil pindaian tanpa OCR, pencarian tidak akan menemukan apa pun, jadi perlu aplikasi OCR terpisah. STDU Viewer lebih cocok sebagai penampil serbaguna untuk arsip dokumen lama.
7. Google Chrome sebagai Penampil PDF
Chrome sudah memiliki penampil PDF bawaan yang otomatis aktif saat kamu membuka file PDF dari file explorer atau hasil unduhan. Tidak perlu memasang aplikasi tambahan, dan tampilannya cukup bersih. Kamu bisa memperbesar, mencari kata, dan mencetak langsung dari tab browser.
Kekurangannya, membuka PDF lewat Chrome berarti satu proses browser berjalan di latar belakang. Jika RAM terbatas dan kamu membuka banyak tab, ini bisa terasa berat. Namun untuk pengguna yang jarang membuka PDF, cara ini menghindari instalasi aplikasi baru. Pastikan Chrome diperbarui agar penampil PDF tetap aman.
Sebelum memilih, pertimbangkan kebiasaanmu. Jika hanya membaca, Sumatra PDF atau Slim PDF Reader sudah cukup. Jika perlu anotasi, Foxit atau PDF-XChange Editor lebih sesuai. Untuk dokumen besar, MuPDF bisa menjadi penyelamat. Menghapus cache Windows secara berkala juga membantu menjaga aplikasi tetap responsif, seperti di panduan menghapus cache Windows.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah penampil PDF ringan bisa membuka file yang dilindungi kata sandi?
Sebagian besar penampil di atas mendukung PDF dengan kata sandi. Sumatra PDF, Foxit, dan PDF-XChange Editor akan menampilkan kotak dialog untuk memasukkan kata sandi sebelum dokumen terbuka. Pastikan kamu mengingat kata sandi karena tidak ada cara membuka paksa tanpa izin pemilik dokumen.
Bagaimana cara mengubah aplikasi default untuk membuka PDF di Windows?
Klik kanan file PDF, pilih Open with, lalu Choose another app. Pilih aplikasi yang ingin dipakai dan centang Always use this app to open .pdf files. Jika aplikasi tidak muncul dalam daftar, klik More apps dan cari lewat tombol Look for another app on this PC.
Apakah aplikasi penampil PDF perlu diperbarui secara rutin?
Ya, pembaruan biasanya membawa perbaikan keamanan untuk celah pada mesin rendering PDF. File PDF dari sumber tidak dikenal bisa memanfaatkan celah tersebut. Aktifkan pembaruan otomatis jika tersedia, atau periksa situs resmi aplikasi secara berkala untuk mengunduh versi terbaru.
Tidak ada satu aplikasi yang cocok untuk semua orang. Mulai dari kebutuhan yang paling sering, lalu pilih penampil yang paling tidak mengganggu alur kerjamu. Jika kamu juga butuh aplikasi teks ringan, ada perbandingan aplikasi pengganti Notepad yang bisa menjadi acuan.
Untuk pengembang web yang sering mengatur tampilan halaman, memahami dasar CSS juga membantu. Baca perbandingan CSS Reset vs Normalize.css vs Reboot. Sementara itu, jika kamu mengelola situs dengan PHP, simak 7 cara menampilkan pesan error di PHP agar masalah lebih cepat terlacak.